Pengertian Zero Click Search: Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya

Nasrullah Halim

Pengertian Zero Click Search: Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya

Dulu, ketika seseorang mencari jawaban melalui Google, pasti akan terlebih dahulu membuka salah satu dari website yang muncul di halaman pencarian. Tetapi saat ini, jawaban sudah secara langsung muncul dalam rangkuman tanpa perlu mengunjungi website.

Ketika melakukan pencarian di google lalu mengetikkan pertanyaan seperti contoh “cuaca Jakarta hari ini” atau “1 dolar berapa rupiah”, lalu jawaban langsung tersedia di paling atas tanpa mengeklik satu pun link website? Itulah yang disebut sebagai Zero Click Search.

Fenomena Zero Click ini memang cukup mengkhawatirkan para pemilik website mengingat sebuah website bisa saja mempunyai peringkat yang baik di Google namun jumlah pengunjung organik tidak berubah atau bahkan stagnan. Pembaca mungkin sudah menemukan informasi yang dibutuhkan melalui halaman hasil pencarian sehingga tidak merasa perlu mengeklik tautan menuju website.

Apa Itu Zero Click Search?

Zero Click Search adalah kondisi ketika seseorang melakukan pencarian di mesin pencari, tetapi tidak mengeklik satu pun tautan menuju website lain. Pembaca mungkin sudah menemukan jawaban yang dibutuhkan melalui halaman pencarian tersebut sehingga tidak memerlukan untuk membuka website lainnya.

Jika sebelumnya mesin pencari berfungsi sebagai penghubung antara pengunjung dengan website, sekarang sebagian informasi yang dibutuhkan dapat terpenuhi tanpa harus membuka link website.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Sebelum teknologi AI overview ada, Google sudah menyediakan berbagai fitur yang memungkinkan pembaca mendapatkan jawaban secara langsung, seperti featured snippet, knowledge panel, kalkulator, informasi cuaca, dan peta lokasi.

Lalu, kehadiran AI Overviews kemudian membuat perubahan tersebut semakin terasa karena Google dapat menyajikan rangkuman dari berbagai sumber dalam satu jawaban. Pembaca tidak harus membuka beberapa artikel untuk memahami suatu topik, terutama ketika pertanyaannya sederhana dan jawabannya bisa disampaikan secara singkat. Jadi, jika rangkuman yang muncul sudah cukup menjawab pertanyaannya, biasanya akan langsung menutup browsernya.

Namun, tidak semua pencarian memiliki kemungkinan zero click yang sama. Orang yang mencari definisi singkat biasanya lebih mudah puas dengan jawaban rangkuman di halaman pencarian langsung dibandingkan seseorang yang ingin membeli laptop, membandingkan sebuah layanan/jasa, atau mempelajari cara memperbaiki komputer yang bermasalah.

Untuk kebutuhan yang lebih lengkap, pengunjung biasanya tetap membutuhkan informasi tambahan dari sumber lain. Karena itu, strategi SEO perlu mempertimbangkan maksud pencarian atau search intent, bukan hanya volume kata kunci.

Lalu, apakah zero click search berarti SEO sudah tidak berguna? Tentu saja tidak. Zero click search ini lebih tepat dipahami sebagai perubahan cara seseorang melakukan pencarian di internet yang mengharuskan pemilik website menyesuaikan strategi kembali.

Mendapatkan peringkat tinggi di Google adalah hal utama, tetapi posisi tersebut tidak selalu menghasilkan jumlah klik yang sama seperti sebelumnya. Pemilik website perlu memikirkan bagaimana caranya tetap terlihat, dipercaya, dan dipilih pembaca ketika mereka membutuhkan informasi yang lebih lengkap.

Penyebab Terjadinya Zero Click Search

Salah satu penyebab utama zero click search adalah perkembangan mesin pencari yang saat ini sudah mampu memberikan jawaban secara langsung seperti featured snippet, video, gambar, peta, pertanyaan terkait, maupun AI overview. Google tidak lagi hanya menampilkan daftar tautan website lagi, tetapi juga menyajikan berbagai informasi yang membantu pengunjung menyelesaikan apa yang dicari dengan lebih cepat.

Dari sudut pandang pengunjung, perubahan ini tentu terasa praktis (cepat) karena tidak harus membuka banyak halaman untuk mendapatkan informasi dasar. Akan tetapi, bagi pemilik website, kemudahan tersebut bisa mengurangi kesempatan memperoleh kunjungan organik.

1. Featured Snippet

Featured snippet merupakan salah satu fitur Google yang menampilkan ringkasan informasi dari berbagai halaman web untuk membantu menjawab pertanyaan. Posisi tampilannya berada di bagian atas hasil pencarian organik biasa.

Fitur ini akan menampilkan potongan jawaban yang diambil dari halaman website untuk membantu seseorang memahami suatu pertanyaan dengan cepat.

Ketika pengunjung mencari pertanyaan seperti misal “apa itu bounce rate“, Google akan menampilkan definisi singkat beserta ringkasan penjelasannya. Seseorang yang hanya cukup membutuhkan pengertian dasar mungkin merasa tidak perlu membuka artikel sumbernya lagi.

Bagi pemilik website, featured snippet memiliki dua sisi. Di satu sisi, fitur ini akan mengurangi kebutuhan pengunjung untuk mengeklik tautan. Di sisi lain, tampil sebagai sumber jawaban dapat meningkatkan eksposur dan membantu website dikenal sebagai sumber informasi yang terpercaya.

Website yang menjadi sumber jawaban memperoleh peluang tampil menonjol, meskipun belum tentu mengeklik tautan tersebut jika informasi yang disajikan sudah mencukupi.

2. Knowledge Panel dan Knowledge Graph

Google menggunakan Knowledge Graph untuk menghubungkan berbagai informasi mengenai orang, tempat, organisasi, dan beberapa entitas lainnya. Informasi tertentu dapat ditampilkan melalui Knowledge Panel yang muncul di halaman hasil pencarian.

Misalnya, ketika kamu mencari profil seorang tokoh terkenal, Google kemungkinan akan menampilkan tanggal lahir, profesi, riwayat singkat, atau informasi lain yang tersedia dari sumber-sumber yang relevan.

Kondisi serupa dapat terjadi pada pencarian perusahaan, lokasi wisata, lembaga pendidikan, yang informasinya dapat dirangkum secara langsung.

3. Google AI Overviews dan Fitur Pencarian Berbasis AI

Fitur seperti Google AI Overviews dapat menampilkan rangkuman jawaban yang dihasilkan dengan bantuan AI, disertai tautan ke sumber perujuk apabila tersedia.

Berbeda dengan hasil pencarian sebelum AI dulu, biasanya akan menampilkan daftar tautan website. Rangkuman berbasis AI dapat menggabungkan informasi dari beberapa sumber untuk menjawab pertanyaan yang lebih lengkap.

Sebagai contoh, ketika seseorang yang mencari rekomendasi laptop untuk desain grafis kemungkinan akan memperoleh ringkasan mengenai spesifikasi, jenis prosesor, kapasitas RAM, dan karakteristik layar tanpa langsung membuka beberapa link artikel.

Meski demikian, keberadaan AI Overviews tidak berarti setiap pencarian akan berakhir tanpa klik (zero klik). Kamu tetap dapat membuka sumber untuk memeriksa fakta, membaca ulasan lengkap, membandingkan produk, ataupun memperoleh informasi yang tidak tercakup dalam ringkasan tersebut.

Dampaknya terhadap trafik juga berbeda menurut topik, jenis kueri, perangkat, lokasi, dan bentuk tampilan hasil pencarian. Karena itu, perlu mengukur perubahan performa berdasarkan data website sendiri, bukan menganggap semua kata kunci terkena dampak yang sama.

4. Featured Answers, Kalkulator, dan Fitur Interaktif

Google menyediakan beragam elemen interaktif yang dapat menyelesaikan tugas langsung di halaman hasil pencarian.

Beberapa contohnya seperti misal konversi satuan, perhitungan matematika yang sederhana, konversi mata uang, informasi waktu, dan lainnya.

Ketika seseorang mencari “100 dolar berapa rupiah” misalnya, hasil informasi nilai tukar akan muncul secara langsung tanpa harus membuka website konversi mata uang. Hal serupa terjadi ketika kamu mencari kalkulator sederhana atau konversi ukuran.

Dalam kondisi ini, website yang hanya menyajikan hasil perhitungan sederhana akan menghadapi persaingan yang berbeda dibandingkan website yang menawarkan analisis, riwayat data, fitur khusus, atau informasi pendukung yang lebih lengkap.

Dampak Zero Click Search terhadap SEO dan Website

Zero click search dapat memengaruhi SEO, terutama jika sebagian besar trafik website berasal dari kata kunci informasional yang jawabannya mudah ditampilkan secara langsung di Google.

Meskipun demikian, dampaknya tidak selalu negatif. Kita perlu melihat bagaimana fenomena ini memengaruhi berbagai aspek seperti keterlihatan, trafik, dan pendapatan.

1. Penurunan Trafik Organik

Dampak utama tentu saja berkurangnya jumlah kunjungan organik. Sebuah halaman mungkin tetap muncul di posisi yang baik, tetapi pembaca tidak mengekliknya karena jawaban telah tersedia di halaman hasil pencarian. Akibatnya, impresi bisa tetap tinggi sementara jumlah klik tidak mengalami peningkatan yang sebanding.

Situasi ini dapat terjadi pada artikel yang menargetkan kata kunci yang sederhana, seperti definisi, arti istilah, atau pertanyaan dengan jawaban singkat.

Namun, penurunan trafik tidak selalu disebabkan oleh zero click search. Perubahan peringkat, persaingan, pencarian, pembaruan algoritma, perubahan permintaan, dan masalah teknis lainnya juga dapat memengaruhi kunjungan organik.

2. Rasio Klik atau Click-Through Rate Menurun

Click-through rate (CTR) organik merupakan perbandingan antara jumlah klik dan impresi yang diperoleh sebuah halaman atau kueri di hasil pencarian.

Ketika sebuah halaman mendapatkan banyak impresi tetapi jumlah klik relatif rendah, CTR akan menurun. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah pembaca telah memperoleh jawaban melalui fitur SERP sebelum membuka website.

Namun, CTR juga dipengaruhi oleh posisi peringkat, judul halaman, deskripsi, jenis perangkat, dan karakteristik kueri.

Oleh sebab itu, CTR yang rendah perlu dianalisis berdasarkan konteks pencarian, bukan langsung dianggap sebagai bukti bahwa website mengalami zero click search.

3. Peluang Pendapatan Menjadi Lebih Terbatas

Bagi blogger ataupun penerbit yang mengandalkan iklan berbasis kunjungan halaman, penurunan trafik dapat memengaruhi jumlah tayangan iklan dan pendapatan.

Misalnya, sebuah website teknologi memperoleh banyak pengunjung misalnya melalui artikel definisi komputer. Jika seseorang semakin sering menemukan jawaban langsung di Google, jumlah kunjungan ke artikel tersebut dapat berkurang.

Website yang memperoleh pendapatan melalui penjualan produk, layanan, atau prospek bisnis mungkin akan memiliki peluang untuk mengimbangi berkurangnya trafik dengan meningkatkan kualitas pengunjung dan tingkat konversi.

Jadi, dampak zero click search terhadap SEO tidak selalu sama untuk setiap website. Situs berita, blog informasi, toko online, bisnis lokal, dan penyedia jasa memiliki tujuan yang berbeda. Blog yang memperoleh penghasilan dari iklan biasanya membutuhkan kunjungan dan halaman yang dibuka agar pendapatannya tumbuh.

Cara Mengatasi Zero Click Search agar Trafik Website Tetap Berkembang

Kita tidak dapat menghilangkan zero click search sepenuhnya karena hasil jawaban langsung merupakan bagian dari perkembangan mesin pencari saat ini. Jadi kita harus bisa beradaptasi dan menyesuaikan strategi SEO agar website tetap memiliki alasan kuat untuk dikunjungi.

1. Fokus pada Kata Kunci yang Sekiranya Akan di Klik

Langkah yang bisa kamu coba yaitu mengevaluasi kata kunci yang selama ini mendatangkan trafik ke website.

Tidak semua kata kunci memiliki peluang klik yang sama. Kata kunci yang meminta jawaban faktual sederhana mungkin lebih mudah tampil langsung di SERP dibandingkan kata kunci yang membutuhkan analisis, pengalaman, perbandingan, ataupun yang lebih teknis.

Sebagai contoh, kata kunci “pengertian SSD” dapat dijawab dengan definisi singkat. Sementara itu, kata kunci “cara mengatasi SSD tidak terbaca di Windows 11” membutuhkan cara perbaikan masalah yang lebih detail.

Contoh kedua, seseorang membutuhkan langkah detail sampai ke diagnosis, pemeriksaan perangkat, penjelasan penyebab, serta solusi berdasarkan kondisi yang berbeda. Kebutuhan inilah yang akan memberikan alasan kuat untuk mengunjungi website.

Kamu dapat menggunakan Google Search Console untuk mengidentifikasi kueri dengan impresi tinggi, CTR rendah, dan posisi yang cukup baik. Setelah itu, periksa hasil pencarian untuk mengetahui apakah kueri tersebut menampilkan featured snippet, ringkasan AI, atau fitur lain yang berpotensi memengaruhi klik.

Prioritaskan kata kunci yang sesuai dengan kebutuhan pengunjung dan memiliki peluang menghasilkan kunjungan berkualitas, bukan hanya kata kunci dengan volume pencarian besar.

2. Membuat Konten yang Memberikan Nilai Lebih daripada Konten Singkat

Salah satu cara menghadapi zero click search adalah membuat informasi yang tidak mudah digantikan oleh rangkuman singkat.

Jika pengguna mencari pengertian suatu istilah, berikan definisi yang jelas di awal artikel. Setelah itu, lanjutkan dengan penjelasan mengenai cara kerja, contoh penerapan, kelebihan dan kekurangan, kelebihan, serta langkah-langkah yang sesuai.

Sebagai contoh, artikel tentang file system tidak cukup hanya menjelaskan pengertian FAT32, NTFS, dan exFAT. Kamu dapat menyertakan perbandingan batas ukuran file, kecocokan perangkat, dan cara memilih format yang sesuai. Informasi yang lebih mendalam akan membantu pembaca menyelesaikan persoalan yang sebenarnya.

Konten juga sebaiknya disusun berdasarkan pengalaman dan keahlian kamu. Tutorial dengan screenshot asli, hasil pengujian, contoh kasus, atau langkah perbaikan masalah yang telah diverifikasi dapat memberikan nilai tambah.

3. Mengoptimalkan Search Intent

Search intent adalah tujuan yang ingin dicapai pengguna ketika melakukan pencarian. Memahami search intent akan membantu menentukan jenis konten yang tepat sekaligus mengidentifikasi peluang untuk mendapatkan klik.

Terdapat beberapa jenis search intent yang perlu kamu coba:

Jenis Search IntentKata KunciIsi Konten Harus Ada:
InformasionalPengertian Hosting Definisi, penjelasan, contoh, dan analisis
KomersialHosting Terbaik untuk WordPressPerbandingan, kelebihan, kekurangan, dan kriteria pemilihan
TransaksionalBeli lisensi Software originalInformasi produk, harga, manfaat, dan proses pembelian

Kata kunci informasional yang sederhana dapat memiliki resiko zero click yang lebih tinggi ketika jawabannya mudah dirangkum. Sementara itu, kata kunci komersial dan transaksional biasanya akan membutuhkan informasi tambahan sebelum pengguna mengambil keputusan memilihnya. Jadi kemungkinan pengunjung mengklik website semakin besar.

Namun, kategori tersebut bukan bersifat mutlak. Kata kunci komersial juga dapat menghasilkan zero click, dan kata kunci informasional tetap dapat mendatangkan trafik jika pembaca membutuhkan penjelasan mendalam.

4. Menggunakan Long Tail Keyword yang Lebih Spesifik

Long tail keyword merupakan kata kunci yang lebih panjang dibanding short tail keyword, biasanya menggambarkan pencarian yang lebih spesifik.

Misalnya, daripada menggunakan kata kunci pendek seperti “Laptop gaming“, kamu dapat mengembangkan kata kunci menjadi seperti:

  • laptop gaming harga 10 jutaan terbaik
  • laptop gaming harga 10 jutaan terbaik merk asus

Kata kunci tersebut membantu kita menjangkau pengguna dengan kebutuhan yang lebih jelas. Konten yang menjawab masalah spesifik juga dapat memberikan alasan lebih kuat bagi pengguna untuk membuka website kamu.

Sederhananya long tail keyword seperti permintaan khusus kepada mesin pencari untuk menampilkan hasil sesuai kata kunci atau keyword spesifik yang diketik.

Meskipun demikian, long-tail keyword tidak otomatis bebas dari zero click search. Pertanyaan spesifik yang jawabannya sangat sederhana tetap dapat dijawab langsung oleh Google. Karena itu, pemilihan kata kunci harus tetap didasarkan pada kebutuhan pengguna dan potensi kunjungan yang relevan.

5. Mengoptimalkan Judul dan Meta Description

Judul Artikel dan meta description sangat berperan dalam membantu pembaca memahami manfaat yang ditawarkan sebuah halaman sebelum mengekliknya.

Judul sebaiknya menjelaskan topik utama secara akurat, menggunakan kata kunci yang relevan secara alami, dan memberikan gambaran jelas tentang isi artikel.

Sebagai contoh, judul “Pengertian Zero Click Search” cukup menjelaskan topik, tetapi belum menunjukkan seluruh manfaat artikel.

Lalu judul seperti “Zero Click Search: Penyebab, Dampak, dan Strategi SEO untuk Meningkatkan Trafik” memberikan gambaran yang lebih luas mengenai informasi yang akan diperoleh pengguna.

Meta description dapat menyoroti isi yang benar-benar tersedia, misalnya pembahasan penyebab zero click search, dampaknya terhadap trafik organik, serta langkah  dan optimasi yang dapat diterapkan.

Kamu perlu menghindari judul sensasional yang tidak sesuai dengan isi artikel. Judul yang menjanjikan informasi tertentu tetapi tidak memenuhinya dapat menurunkan kepercayaan pengunjung.

Perlu diketahui bahwa Google dapat memilih atau menulis ulang judul dan cuplikan hasil pencarian berdasarkan kueri serta konten halaman. Oleh karena itu, optimasi judul dan meta description tidak menjamin CTR meningkat, tetapi dapat membantu memperjelas konteks halaman.

6. Gunakan Internal Linking dengan Benar

Internal linking adalah tautan yang menghubungkan satu halaman dengan halaman lain dalam website yang sama.

Link internal dapat membantu pembaca menemukan informasi lanjutan yang berkaitan dengan topik yang sedang dibaca. Strategi ini juga membantu mesin pencari memahami hubungan antar halaman dalam struktur website.

Sebagai contoh, artikel tentang zero click search dapat menghubungkan pembaca ke artikel mengenai cara membaca laporan Google Search Console, meningkatkan CTR organik, memahami search intent, dan mengoptimalkan konten untuk AI Overviews.

Gunakan teks tautan yang menjelaskan isi halaman tujuan. Hindari menambahkan terlalu banyak tautan yang tidak perlu hanya untuk meningkatkan jumlah internal link.

Akhir Kata

Untuk AI search, kita sebaiknya tetap berfokus pada SEO dasar saja yang penting halaman dapat diakses dan diindeks, konten bermanfaat bagi pembaca, informasi akurat, serta struktur website yang jelas.

Tidak ada format artikel, markup, atau teknik khusus yang menjamin sebuah halaman akan dikutip oleh AI Overviews. Begitu pula, kemunculan sebagai sumber dalam jawaban AI tidak menjamin pengguna akan mengeklik tautannya.

Tujuan kita adalah meningkatkan peluang konten diketahui dan dipercaya sekaligus memberikan alasan yang jelas bagi pengguna untuk mengunjungi website.

That’s It!

Bagikan:

Nasrullah Halim

Founder nginstall.id | Teknik Informatika. Penyuka dunia teknologi terutama dibidang Web Development. Saat ini sedang mengerjakan project Copywriting dan Web Design.

Artikel Terkait

Leave a Comment