Pernahkah kamu mengalami update plugin di wordpress akan tetapi gagal? Bagi orang awam hal tersebut akan membuat panik, dan website menampilkan pesan “Briefly unavailable for scheduled maintenance. Check back in a minute.” atau berada dalam maintenance mode.
Masalah tersebut muncul ketika proses pembaruan plugin tidak selesai dengan sempurna sehingga WordPress masih menganggap website berada dalam mode pemeliharaan. Dalam kondisi normal, maintenance mode hanya berlangsung sebentar dan akan dinonaktifkan secara otomatis setelah proses update selesai.
Namun, ketika update terhenti karena error, timeout, masalah server, atau gangguan lainnya, status tersebut terkadang tidak kembali normal. Kegagalan proses upgrade otomatis dapat menyebabkan file .maintenance tertinggal di direktori utama WordPress kamu.
Hal yang perlu dipahami adalah maintenance mode bukan penyebab utama website bermasalah. Maintenance mode hanyalah efek dari proses update tersebut. WordPress membuat file .maintenance ketika proses pembaruan berlangsung untuk memberi tahu sistem bahwa website sedang melakukan maintenance. Apabila proses update selesai dengan normal, file tersebut akan dihapus secara otomatis.
Nah tapi, masalah muncul ketika proses update gagal sebelum tahap akhir selesai sehingga file .maintenance tetap berada di server. Akibatnya, website akan terus menampilkan halaman maintenance.
Meskipun dilakukan refresh berkali-kali, tampilan website akan terus menunjukkan maintenance mode, alias website tidak tampil sebagaimana mestinya.
Penyebab Gagal Update Plugin
Tidak ada penyebab pasti untuk kasus gagal update plugin WordPress. Bisa saja karena masalah permission, kehabisan disk space, konflik PHP atau plugin.
WordPress perlu terhubung dengan sumber update untuk memperoleh paket plugin terbaru. Jika server tidak dapat melakukan koneksi dengan baik, proses download bisa gagal. Masalah dapat berasal dari firewall server, konfigurasi hosting, DNS, SSL/TLS, dan gangguan jaringan internet yang lemot.
Kebanyakan kasus adalah karena jaringan internet yang lemot sehingga server merespon tidak sesuai semestinya. Bisa juga sebenarnya update sudah berhasil dan di akhir tiba-tiba koneksi bermasalah. Hal tersebut bisa kamu cek nanti di menu plugin apakah masih ada update atau tidak.
Cara Mengatasi Maintenance Mode Masih Aktif
Jika website menampilkan pesan “Briefly unavailable for scheduled maintenance” secara terus menerus, cara paling ampuh adalah mengahapus file .maintenance pada direktori utama WordPress kamu. Direktori tersebut biasanya merupakan lokasi yang sama dengan folder wp-admin, wp-content, dan wp-includes.
Caranya kamu cukup akses CPanel atau Plesk (tergantung jenis hosting yang digunakan). Kamu harus mempunyai akses username dan passowrd CPanel atau Plesk agar dapat masuk dan menghapus file .maintenance. Username dan password biasanya dikirim melalui email yang terdaftar dulu saat membeli hosting, jika lupa, coba di cari terlebih dahulu. Jika tidak ketemu, kamu bisa menghubungi pihak penyedia hosting yang kamu gunakan.
1. Via Plesk Panel
Login ke Plesk Panel, masukkan username dan password, klik Log in

2. Pilih menu Files

3. Masuk ke folder httpdocs > lalu cari file .maintenance, centang file tersebut lalu klik Remove

4. Akan muncul pop up konfirmasi, silahkan terserah mau kamu centang atau tidak, pop up tersebut hanya memberi tahu saja bahwa file akan dipindah ke recycle bin atau langsung dihapus secara permanen. Jika di centang akan menghapus file tersebut langsung permanen tanpa masuk ke recycle bin. Recycle bin hanya tempat sementara jika file ingin dikembalikan. Klik Yes, remove.

File .maintenance sudah terhapus, sekarang coba kamu refresh website kamu, dijamin berhasil terbuka sebagaimana mestinya.
2. Via CPanel
Jika website menggunakan cPanel, masuk ke File Manager dan buka direktori instalasi WordPressm biasanya berada dalam folder public_html. Jika file .maintenance tidak terlihat, aktifkan opsi untuk menampilkan hidden files karena nama file tersebut diawali tanda titik.
Setelah file ditemukan, hapus file .maintenance. Kemudian buka kembali website menggunakan browser. Jika pesan maintenance sudah hilang, berarti WordPress telah keluar dari kondisi maintenance tersebut. Selanjutnya masuk ke dashboard dan periksa plugin yang sebelumnya sedang diupdate.
Apakah Menghapus File .maintenance Berbahaya untuk Website?
Pada kondisi maintenance yang tertinggal akibat update gagal, menghapus .maintenance sangat aman. Langkah tersebut juga sebagai solusi ketika automatic upgrade gagal dan file maintenance tetap berada di server.
File .maintenance bukan database WordPress. Menghapusnya tidak menghapus posting, halaman, gambar, komentar, pengguna, atau konten lainnya. File tersebut juga bukan folder plugin yang sedang diupdate. Fungsinya berkaitan dengan status maintenance atau bersifat pemberitahuan saja kepada end user.
Akan tetapi, menghapus file .maintenance tidak memperbaiki plugin yang gagal update. Jika plugin sebenarnya berhenti di tengah proses, masalah pada plugin tersebut tetap harus dicek kembali, jika tetap ada update silahkan update kembali dan pastikan koneksi stabil dulu. Jika tidak ada update, tunggu beberapa jam atau hari kedepan jika ada update silahkan update kembali.
Akhir Kata
Itulah cara mengatasi gagal update plugin dan maintenance mode masih aktif. Dengan begitu, kamu tidak perlu panik jika website tidak bisa diakses. Demikian semoga bermanfaat:)








Leave a Comment